MANAJEMEN KEUANGAN
A. Pengertian Modal Kerja
Pengertian modal kerja dan modal berbeda-beda
dalam pandangan pedagang, ahli ekonomi, kreditur dan ahli hukum. Drs. Bambang
Riyanto mengemukakakan tiga konsep pengertian modal kerja, yaitu :
·
Konsep Kuantitatif
Konsep ini didasarkan atas
kualitas dana yang ditanam dalam unsur-unsur aktiva lancar, yaitu aktiva yang
dipakai sekali dan akan kembali menjadi bentuk semula, atau aktiva dengan
bentuk dana tertanam di dalamnya yang akan bebas lagi dalam waktu singkat.
Konsep ini sering di sebut Gross Workong Capita.
·
Konsep Kualitatif
Konsep ini didasarkan atas dasar
kualitatif, yaitu kelebihan aktiva lancar dari hutang lancarnya. Modal kerja
menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar rutin
digunakan untuk membiayai operasi perusahaan yang bersifat rutin tanpa
mengganggu likuiditasnya. Konsep ini sering disebut dengan Net Working Capital.
·
Konsep Fungsional
Konsep ini didasarkan pada fungsi
dana dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang dugunakan dalam perusahaan
dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan, dengan kalkulasi sebagian dana
dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan pada periode tresebut (current income)
dan sebagian lagi digunakan untuk menghasilkan pendapatan pada periode-periode
berikutnya(future income).
B. Pentingnya Manajemen Modal Kerja
• Manajer keuangan sebagian besar waktunya untuk operasi internal
sehari-hari perusahaan
• Aktiva lancar merupakan bagian yang cukup
besar dari total aktiva
• Pengelolaan modal kerja khususnya penting bagi perusahaan kecil
• Pertumbuhan penjualan mempunyai hubungan yang erat dan langsung
dengan investasi dalam bentuk aktiva lancar
C. Masalah Dalam Manajemen Modal Kerja
·
Dalam penentuan jumlah atau tingkat aktiva lancar,
manajemen harus mempertimbangkan trade-off antara profitabilitas dan risiko.
Trade-off antara profitabilitas dan risiko terjadi karena sebagai berikut:
·
Jika perusahaan menginginkan profitabilitas yang tinggi,
perusahaan harus memelihara jumlah aktiva lancar rata-rata yang relative
rendah, yang mengakibatkan risiko tinggi terhadap terjadinya kekurangan sediaan
atau kehilangan kesempatan penjualan dan sebaliknya.
·
Jika perusahaan menginginkan risiko yang rendah
terhadap kekurangan sediaan dan kehilangan kesempatan penjualan, perusahaan
akan memelihara tingkat aktiva lancar rata-rata yang relative tinggi, yang
mengakibatkan profitabilitas yang rendah.
·
Dalam manajemen modal kerja, manajemen dapat
menentukan alternative-alternative jumlah atau aktiva lancar. Pada tingkat
output tertentu, misalnya ada tiga alternative kebjakan tingkat aktiva lancar.
Kebijakan I, jumlah atau tingkat aktiva lancar relative besar. Kebijakan II,
jumlah aktiva lancar relative sedang. Keijakan III, jumlah aktiva lancar
relative rendah.
D. Jenis-Jenis Modal Kerja
·
Modal Asing/Utang
Modal asing adalah modal yang
berasl dari luar perusahaan yang sifatnya sementara di dalam perusahaan, dan
bagi perusahaan yang bersangkutan modal tersebut merupakan “utang”, yang pada
saatnya harus dibayar kembali. Mengenai penggolangan utang ada yang hanya
membaginya dalam dua golongan, yaitu utang jangka pendek (yaitu kurang dari
satu tahun), dan utang jangka panjang (lebih dari satu tahun). Tetapi banyak penulis
bidang pembelanjaan yang membagi modal asing atau utang dalam tiga golongan.
Ø Modal Asing / Utang Jangka pendek (Short-Tem
Debt)
Sebagaimana diuraikan di atas
bahwa modal asing jangka pendek adalah modal asing yang jangka waktunya paling
lama satu tahun. Sebagian besar utang jangka pendek terdiri dari kredit
perdagangan, yaitu kredit yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan
usahanya. Adapun jenis-jenis daripada modal asing (uatang atau kredit) jangka
pendek yaitu terutama :
a. Kredit Rekening Koran
b. Kredit dari penjual
c. Kredit atau pembeli
d. Kredit wesel
Ø Modal Asing/ Uang Jangka panjang
(Intermediate-Term Debt)
Sebagaimana diuraikan di muka,
modal asing atau jangka menengah adalah utang yang jangka waktu atau umumnya
adalah lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun. Bentuk-bentuk utama dari kredit jangka
menengah adalah
a. Term Loan
Term loan adalah kredit usaha
dengan umur lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun. Pada umumnya term
loan dibayar kembali dengan angsuran tetap selama satu periode
tertentu(amortization payments)
b. Leasing
Ada 3 bentuk utama leasing yaitu
:
1. Sale and Leaseback
2. Service Leases atau Operating Leases
3. Financial Leasing
Ø Modal Asing/Utang jangka panjang (Long-Term
Dept)
Sebagaimana disebutkan di muka,
modal asing/utang jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya digunakan
adalah panjang, umumnya lebih dari 10 tahun. Utang jangka panjang ini umumnya digunakan
untuk membelanjai perluasan perusahaaan (ekspansi) atau modernisasi perusahaan. Adapun jenis atau bentuk-bentuk utama dari
utang jangka panjang antara lain:
a. Pinjaman Obligasi
Pinjaman obligasi adalah pinjaman
uang untuk jangka waktu panjang untuk mana si debitur mengeluarkan surat
pengakuan utang yang mempunyai nominal tertentu. Macam-macam obligasi adalah :
·
Obligasi
biasa (Bonds)
·
Obligasi
pendapatan (Income Bonds)
·
Obligasi
yang dapat ditukarkkan (Convortible-Bond)
·
Pinjaman
Hipotik(Mortgage)
·
Modal
Sendiri
Pada dasarnya adalah modal yang
berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk
waktu yang tidak tertentu lamanya. Oleh karena itu modal sendiri ditinjau dari
sudut lukuiditas merupakan “Dana jangka panjang yang tidak tertentu waktunya”. Modal sendiri selain berasal dari sumber
intern adalah dalam bentuk keuntungan yang dihasilkan atau dibentuk sendiri di
dalam perusahaan. Modal sendiri yang berasal dari
sumber inten ialah dalam bentuk keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Modal sendiri di dalam suatu perusahaan yang
berbentuk perseroan terbatas (PT) terdiri dari :
Ø Modal saham
Saham adalah suatu bukti
pengambilaan bagaian atau peserta dalam suatu P.T. bagi perusahaan yang
bersangkutan, yang diterima dari hasil penjualan sahamnya akan tetap tertanam
di dalam perusahaan tersebut selama hidupnya, meskipun saham sendiri itu
bukanlah merupakan penanaman yang permanent, karena setiap waktu pemegang saham
dapat menjual sahamnyya. Adapun jenis-jenis dari saham
adalah sebagai berikut :
a. Saham biasa (Commond Stock)
b. Saham preferen (Preferred Stock)
c. Saham kumulatif preferent (Cummulative
Preferred Stock)
Ø Cadangan
Cadangan disini dimaksudkan
sebagai cadangan yang dibentuk dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan
selama beberapa waktu yang lampau atau dari tahun yang berjalan (Reserve that
are surplus). Cadangan yang termasuk dalam modal sendiri adalah :
a. Cadangan ekspansi,
b. Cadangan modal kerja,
c. Cadangan selisih kurs,
Ø Laba Ditahan
Keuntungan yang diperoleh oleh
suatu perusahaan dapat dibayarkan sebagai deviden dan sebagian ditahan oleh
perusahaan. Apabila penahanan cadangan tersebut sudah dengan tujuan tertentu, maka dibentuklah cadangan.
E. Strategi Modal Kerja
·
Strategi
Aktiva Lancar
Secara umum, aktiva lancar
mempunyai tingkat keuntungan yang lebih kecil dibandingkan dengan aktiva tetap.
Jika perusahaan mempunyai aktiva lancar yang lebih tinggi, maka perusahaan bisa
mengurangi risiko (risiko likuiditas), tetapi konsekuensinya perusahaan akan
memperoleh profitabilitas yang lebih rendah juga.
·
Strategi
Pendanaan
Dari segi pendanaan kerja dan
aktiva tetapi, ada beberapa altrnatif kebijakan pendanaan modal kerja
(pendekatan pendekatan-jangka pendek). Ada tiga pendekatan dalam pendanaan
jangka pendek yaitu :
a. Pendekatan Matching
b. Agresif
c. Konservatif
F. Metode Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja
·
Metode
Perputaran Aset
Metode ini menghitung besarnya kebutuhan modal
kerjamelalui perputaran asset. Metode ini mengasumsikan perputaran asset
konstan.
·
Metode
Keterkaitan Dana
Metode ini menghitung berapa lama
dan seberapa dana “terikat”. Besarnya dana yang “terikat” tersebut merupakan
kebutuhan modal kerja. Pada waktu manajer membeli bahan mentah, maka manajer
membeli bahan mentah, maka manajer tersebut akan mengeluarkan kas, kemudian
bahan tersebut akan mengeluarkan kas.kemudian bahan mentah tersebut diproduksi
menjadi produk (persediaan), dijual dengan (missal) kredit, kemudian pada
akhinya di lunasi.kas akan kembali ke tangan manajer keuangan. Selama siklus
kas tersebut, kas yang akan dikeluarkan akan “terikat” dan baru “bebas” pada
saat kredit dilunasi.