Selasa, 15 Desember 2015

Untukmu ☺


Untuk kamu, yang sempat hadir.
Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu. Dan kau? Entahlah masih peduli dengan kehidupanku atau tidak☺
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira karena aku ingin menarik perhatianmu, tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira aku ingin mendramatisir keadaan, itupun tidak.
Aku menulis semua ini karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam.
Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau pernah ingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Aku tidak peduli apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah, kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuatku merasa berharga dan dihargai. Kau membuatku merasa bahwa aku ada seorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti, bahkan meminta.
Perjalanan kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan. Tapi ada masanya terasa pahit seperti aku yang tak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi kedunya disaat yang bersamaan.
Aku hanya berharap kita akan baik-baik saja. Kita bahagia bersama, dijalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu, dan sebaliknya.
Iya. Seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuatku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.
Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi☺

Tidak ada komentar:

Posting Komentar